Jambangan Oval China

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Pada umumnya koleksi jambangan China Peranakan seperti ini dimiliki oleh golongan kaya dan berpengaruh (ketokohan) sebagai parameter sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Status seseorang ditunjukkan melalui kualitas perabotan rumah tangga yang dipakai. Jambangan Oval Cina ini berukuran diameter 98 cm x tinggi 46 cm

Koleksi perabotan ini merupakan jejak sejarah yang merekam bentuk eksotisme nilai paduan gaya tradisional Tionghoa di bumi Nusantara pada masa kolonialisme.

Pada masa itu, jambangan diminati oleh golongan Tionghoa kaya sebagai kelompok sosial tinggi di sekitar tahun 1910-an.

Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya, sebab membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.

Nampak stamp yang diterakan, sebagai garansi dari kehalusan dengan kesempurnaan pengerjaan.

Motif flora diartikan sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan.

Menurut kepercayaan orang China, Kilin merupakan lambang kebahagiaan sebagai simbol kekuatan dan membawa keberuntungan.

Burung Hong yang dianggap lebih dekat ke surga dan juga dikaitkan dengan kebijaksanaan. 

Motif makna dan filosofi bola api diyakini memiliki kekuatan magis menolak bala, roh jahat, penyakit, serta mendatangkan rezeki. 

Merupakan barang yang sulit didapat, lebih unggul kualitas bahkan belum ada produk repro yang sejenis dibuat.


Menelusuri Artefak Peradaban Tionghoa...

Gaya oriental juga penuh dengan makna dan simbolisasi. Ini membuatnya semakin menarik. Jambangan= tempat mandi atau bak mandi yang terbuat dari tanah liat sejenis gerabah. Nuansa China sangat terasa dari segi bentuk, ornamen dekoratif yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya.

Menurut beberapa kolektor karena jambangan adalah barang seni. Pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu. Ini dianggap bernilai, terutama jenis jambangan kuno yang motifnya klasik.

Koleksi ini memang populer di kalangan tertentu, dijadikan benda koleksi, dipuja, dan disimpan sebagai barang antik dari semangat zaman masa lampau.

Melalui koleksi ini kita seolah diajak berkelana ke masa silam, menguak kehidupan masyarakat Tionghoa Peranakan masa lampau. Tertarik memilikinya ?

Meja Teh Van der Pol

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Bergaya Indische Empire Stijl namun kaya akan unsur dekoratif, merupakan ciri khas produk Eropa masa lampau dengan nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu.

Koleksi meja ini memiliki sejarah dalam yang berkembang dari kolonial Hindia Belanda yang  memiliki latar belakang historis yang dipengaruhi oleh budaya Eropa masa lampau.

Jejak-jejak perabotan masa kolonial karakteristiknya yang kuat sebagai langgam yang mudah dikenal.

Bentuk kaki penopang meja berciri khas klasik dengan tiang meruncing berbentuk ulir spiral. Inilah karakteristik desain Van der Pol dalam kehidupan sosial masyarakat pada masa itu.

Gaya desain pada tarikan pintu lemari merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu.

Anda dapat mengaplikasikannya di tempat-tempat favorit, terlebih pada rumah tinggal anda.


Perjalanan Panjang Meja Teh Bergaya Van der Pol...
 

Sebagai bagian dari sejarah, perabotan lama termasuk mebel dan tatanan interior di dalamnya, selama ini termasuk hal yang hanya menjadi minat segelintir orang.

Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Meja teh bergaya Van der Pol ini mempunyai ukuran P.80 cm x L.47 cm x T.80 cm.
Disaat bangsa Eropa mulai membaur dengan masyarakat Hindia Belanda, kebudayaan Indies mulai tampak dengan adanya bentuk perabot yang mirip dengan gaya desain negara asal mereka.

Gaya desain tersebut tercipta dan lahir dari kerinduan para penguasa terhadap kampung halamannya. Desain yang dihasilkan tidak 100% sama seperti aslinya karena disesuaikan dengan iklim, tersedianya material dan penyesuaian dengan lingkungan alam sekitar di Hindia Belanda.

Walaupun tampak agak memaksa, namun mereka berhasil membuat beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan gaya desain negara asal mereka.

Sungguh warisan masa lampau yang berharga, yang dahulu sempat prominen dimasanya. Konsep perabotan bergaya Van der Pol masih tetap menjadi alternatif desain yang tak lekang oleh waktu. Berminat memilikinya ?? SOLD OUT

Kursi Nederlands Indie

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Perabot ini merujuk pada kelas masyarakat menengah atas, yang dahulu sempat prominen dimasanya. Bentuknya yang elegan, telah membawa pengaruh dan kesan khusus bagi para pemakai kursi-kursi tersebut.

Koleksi ini bahkan sudah hadir sejak negara ini masih berada di bawah pendudukan Belanda dan masih bernama Hindia Belanda, Nederlands Indie.

Kelangkaan, orisinilitas dan usianya yang lebih dari 100 tahun ini membuatnya semakin menarik.

Selain ergonomis, sudut kemiringan kursi menunjang kenyamanan.

Di zaman yang serbacanggih saat ini, kamera lawas atau jadoel tak pernah kehilangan pesonanya.

Pola geometris atau bunga ornamen sebuah sintesis dari budaya Timur dan Eropa.

Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas.

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Kayu jati masa lampau sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca.

Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.


Gaya Kolonial Bercita Rasa Indonesia...

Jika dilihat secara keseluruhan, desain kursi bergaya Indische ini sangat jauh dari kesan simple.Semuanya serba detail, ribet dan mahal.

Tapi kenyataannya, hingga kini gaya Eropa tetap memiliki nilai yang lebih sekaligus nilai historis yang tak mungkin dimiliki oleh gaya lain. Kelebihan lain dari kapstok antik tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior.

Dalam perjalanan waktu koleksi kapstok masa lampau warisan kemewahan gaya kolonial seperti ini perlahan mulai jarang ditemui. Berminat memilikinya.?SOLD OUT

Standing Meja Filter Air

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Dengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, Anda akan mendapatkan sebuah penempatan pajangan yang dapat dinikmati oleh setiap mata yang memandang.

Perabot ini merujuk pada kelas masyarakat menengah atas, yang dahulu sempat prominen dimasanya.

Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan. Hingga kini, perabotan kuno semacam ini semakin menyusut drastis.

Orang Belanda sangat menguasai dan mencintai karya-karya pertukangan hingga pada detail-detailnya.

Gayanya yang rumit, namun terkadang menyimpan makna tinggi bagi setiap orang yang melihatnya.

Bentuk konstruksi meja berciri khas Indisch atau disebut gaya Indo-Eropa.

Kesan klasik dan bentuknya yang unik cocok digunakan pada ruangan dengan gaya interior apapun sebagai centerpoint yang memukau dalam tataan interior.


Perabot Tua, Kian Bernilai...

Jika dilihat secara keseluruhan, desain meja standing bergaya kolonial ini sangat jauh dari kesan simpel. Langgam gaya Indies sebagai perpaduan budaya Belanda dan Jawa ditampilkan lewat kualitas bahan kayu dan detail tekstur pengerjaannya.

Kajian tentang motif, pola, warna dan bahan ragam hias sebagai bagian dari kebudayaan pada masa kolonial terutama pada rumah tinggal yang mencerminkan jati diri pemiliknya.

Pernik peninggalan Dutch East Indies yang mempunyai ukuran P.41cm x L.42,5cm x T.82 cm ini menjadi "point of interest" di sudut ruang.

Usia dan desain antiknya, menjadi daya pikat tersendiri. Dengan menghadirkan home decoration atau pernak-pernik seperti ini, suasana rumah bisa lebih terasa sejuk, teduh enak dilihat. Mau ??

Antique Wine Cabinet

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Tak sekedar pajangan, meski renta barang ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya. 

Kejujuran konstruksi, kekuatan garis, dan proporsi volume. Inilah karakteristik desain furniture dari era Dutch East Indies. 

Nyatanya lemari peti yang mempunyai ukuran P.63 cm x L.50 cm x T.45 cm ini bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad.

Dalam perjalanan waktu gaya perabotan seperti ini perlahan mulai jarang ditemui.

Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu dan cuaca tropis Hindia Belanda.

Para Meneer Belanda memang punya perhatian pada iklim tropis dengan pemilihan perabot, dan ternyata menggemari minuman dingin. 

Pada sisi lubang ini digunakan untuk tempat Ice bucket, yang disesuaikan dengan gaya desain negara asal mereka.

Tampak pada sisi kiri digunakan sebagai rak botol wine, yang dikontraskan dengan garis lurus.

Konstruksi penyangga pintu, Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi.

Masih berfungsi sebagaimana mestinya, menciptakan kedalaman karakter.

Pola geometris atau bunga ornamen sebuah sintesis dari budaya Timur dan Eropa.

Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas.


Garis Waktu Perabotan Indisch...

Hindia Belanda memang surga bagi para tuan dan nyonya Eropa karena semua telah tersedia dalam berbagai macam bentuknya. Mereka mendapatkan kemudahan dan juga membuat kehidupan mereka menjadi lebih santai dikarenakan pribumi yang terjajah.

Namun jika merunut sejarahnya, koleksi ini muncul saat nusantara sedang dalam masa penjajahan kolonial Belanda. Para Meneer Belanda memang punya perhatian pada iklim tropis dengan pemilihan perabot, dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas pada tahun 1920-an.

Tapi kenyataannya, hingga kini gaya Eropa tetap memiliki nilai yang lebih sekaligus nilai historis yang tak mungkin dimiliki oleh gaya lain. Kelebihan lain dari peti antik tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior. Mau ??


Pigura Dutch East Indies

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Melalui koleksi yang mempunyai ukuran P.58 cm x L.38 cm ini kita seolah diajak berkelana ke masa silam,  menguak kehidupan masyarakat Tionghoa Peranakan masa lampau. Eksotis !

Namun jika merunut sejarahnya, koleksi sepasang pigura kaca cembung ini muncul saat nusantara sedang dalam masa penjajahan kolonial Belanda.

Sepasang pigura masa lalu ini memperkuat kesan oriental dan terlihat glamour. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas.

Pengaruh Eropa dapat juga terlihat pada penggunaan motif dan ragam aplikasi warnanya. Kita bukan hanya menikmati aspek arkeologisnya, namun juga menciptakan sinergi unik untuk menarik perhatian.

Ternyata sentuhan motif kuno juga bisa menghadirkan citra mewah, usia dan desain antiknya menjadi daya pikat tersendiri.


Pigura Kaca Cembung : Eksotisme Gaya Oriental Di Bumi Nusantara...
 

Tidak dapat dilacak dengan pasti kapan pigura kayu potret diri ini dibuat, tapi diperkirakan sekitar tahun 1910 an. Pada masa itu pemerintah Belanda (Hindia Belanda) memberlakukan beberapa peraturan, yaitu Wijkenstelsel dan Passenstelsel.

Wijkenstelsel yaitu pemusatan permukiman komunitas Tionghoa dan etnik asing lainnya. Sementara peraturan Passenstelsel mengharuskan orang Tionghoa membawa kartu pas jalan jika mengadakan perjalanan keluar daerah.

Aturan Wijkenstelsel ini menciptakan pemukiman etnis Tionghoa atau pecinan di sejumlah kota besar di Hindia Belanda.

Kelengkapan aksesoris perabotan rumah tangga yang digunakan berbeda dari rakyat biasa sebagai manifestasi dari nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu. Dengan penempatan yang pas, sepasang pigura antik ini bisa tampil prima di tengah ruangan anda

Sepasang pigura masa lalu ini memperkuat kesan oriental dan terlihat glamour. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas. Tapi, sungguh, ketika pertama melihatnya saya seperti terlempar ke masa silam. Berminat ? SOLD OUT