Scooter Pedal (Vespa Gowes)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Vespa Gowes ini muncul akhir 1960-an, ketika sebuah koleksi mainan lama hanya menjadi klangenan, sesungguhnya sudah tak murni fungsional lagi dan tak lebih sebagai collector's item.

Kini, setelah Vespa Gowes semacam ini tidak lagi diproduksi, justru banyak orang memburunya. Kesan pada masa lampau inilah yang banyak membuat orang dibuat tersenyum oleh nostalgia. 

Banyak cara untuk melepaskan kerinduan dan mengingat kenangan manis di masa lalu. Bernostalgia dengan koleksi mainan era vintage menjadi sangat berarti bagi sebagian orang.

Produsen menekankan unsur inovasi dari produk mainan itu sendiri, Bahan dari plat besi selayaknya motor Scooter Vespa, tak jelas sejak kapan scooter gowes macam ini tidak lagi diproduksi.

Vespa pedal terhitung salah satu barang antik yang hampir punah, mainan anak di masa lalu ini banyak diburu para kolektor.

Vespa gowes jaman 1970-an, sebagian komponen dibuat dari plastik. Kualitasnya tentu kalah dibanding ini.

Pabrik mainan jaman dulu, hampir sama seperti pabrik mobil, yang menggunakan alat-alat pengepres dan pencetakan seperti mencetak mobil. 

Mainan pada dekade tahun 1950-1960-an, mengunakan bahan baku plat besi dengan kualitas yang patut dibanggakan.

Mainan pabrikan Jepang punya merek dan standart kualitas sendiri. Melintasi pergantian rezim, merupakan salah satu barang yang unik untuk dikoleksi.

Banyak orang pula yang mengagumi Scooter Pedal model ini. Karena bahannya yang terbuat dari besi solid, masih tampak kokoh dan mantap.

Banyak didapatkan walau semuanya sering tidak lengkap atau rusak. Patut disyukuri karena masih berfungsi dengan baik dan utuh yang dapat menceritakan masa lalu.

Vespa gowes jaman 1970-an, sebagian komponen dibuat dari plastik. Kualitasnya tentu kalah dibanding koleksi yang satu ini.


Vespa Gowes Seksi Dan Klasik !

Tidak semua orang terlahir sebagai anak beruntung dengan segudang mainan mengelilinginya. Koleksi ini mungkin akan membuka memori tentang masa-masa kecil kala itu.

Kita kembali ke masa lalu lagi.....melihat-lihat jenis Vespa pedal yang pernah menjadi mainan primadona sebelum 1965 yang pada waktu itu memang sangat terbatas.

Meski dianggap kotor dan ketinggalan zaman, namun pesona mainan vintage tersebut tetap memikat. Sudah menjadi barang langka yang diburu para maniak vintage.Taruhan, siapa saja yang melihat pasti kembali teringat zaman kanak-kanak dulu.

Koleksi Vespa atau motor tipe Scooter pedal tersebut memang ditujukan untuk kalangan atas (yang mempunyai target market rakyat menengah keatas).

Tapi, sungguh, ketika pertama melihatnya saya seperti terlempar ke masa silam. Yang itu karena terlebih dahulu terkesan oleh keunikan bahan dari plat besi selayaknya motor Vespa yang sudah tidak diproduksi lagi.

Agak berbeda dengan mobil pedal yang jenisnya lebih banyak, jenis Vespa pedal yang beredar di Indonesia sebelum 1965 jumlahnya sangat terbatas.

Itupun kebanyakan berasal dari barang bawaan atau importir kecil. Populasinya pun tak banyak, masih merupakan barang langka dan mahal.

Rasa sesal karena pernah tidak memiliki atau mungkin pernah kehilangan. Bahkan bisa menjadi nostalgia yang melemparkan ingatan pada masa itu.Sudah jarang khan melihat "Scooter Gowes" yang semacam ini ?? SOLD OUT

Art Nouveau Bookcase

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

Dalam kurun waktu 1905-1915, pemilihan perabotan rumah tangga meramaikan ekstravagansa masyarakat Indies. Era itu disebut sebagai masa keemasan eksotik Hindia Belanda.

Lemari buku bergaya Art Nouveau peninggalan Dutch East Indies ini sudah jarang ditemui dan tak lebih dari hitungan jari. Pesonanya tetap memikat, masih cantik untuk ditampilkan dan menjadi "point of interest" di tengah-tengah ruang.

Keindahan desain lemari pajang bergaya Semarangan ini masih menarik untuk dipandang hingga kini.  Kita bisa menggali lagi kenangan dan sejarah yang tak lekang oleh masa.

Sudah diakui bahwa gaya Art Nouveau atau orang biasa menyebutnya gaya Semarangan memiliki kekhasan sendiri sekaligus memperlihatkan estetika, dengan ornamen-ornamen indah semakin menambah kesan klasik yang dimilikinya.

Originalitas kaca warna menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.

Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi. Koleksi ini memiliki latar belakang historis yang dipengaruhi oleh budaya Eropa masa lampau.

Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga. Sungguh menarik dan mengundang decak kagum.

Keluwesan pola lengkung asimetris ini merupakan karakteristik perabot Art Nouveau, ketegasan garis-garis struktur kayu itu sendiri sekaligus digunakan sebagai kekuatan visual artistiknya. 


Menyusuri Jejak Lemari Buku Gaya Semarangan...

Perabotan lama selalu mengundang perhatian karena bentuknya yang unik. Namun jika merunut sejarahnya, koleksi ini muncul saat nusantara sedang dalam masa penjajahan kolonial Belanda.

Dilihat dari fungsinya, semua lemari pajang pada dasarnya adalah sama, yaitu sebagai media untuk menyimpan dan memajang barang-barang yang mempunyai kepantasan nilai untuk dipertunjukkan.

Dalam perjalanan waktu koleksi warisan kemewahan gaya kolonial seperti ini perlahan mulai jarang ditemui,
sehingga saya kini semakin berhati-hati menyimpannya.

Ia seolah bentangan jalan menuju masa lalu yang megah dengan karya seni tinggi. Kondisi yang sangat terawat baik, biasanya menunjukkan bahwa koleksi ini telah disimpan dengan sangat baik untuk waktu yang sangat lama. Mempunyai ukuran P.89,5 cm x L.45 cm x T.157 cm.

Koleksi lemari buku masa kolonial ini telah mampu meninggalkan jejaknya sebagai suatu masterpiece perabotan bergaya Semarangan.mendapatkan predikatnya sebagai bentuk gaya desain Art Nouveau yang berkembang di Indonesia masa lalu (Hindia Belanda). Mau ???

Standing Pot Van de Pol

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Perabotan bergaya Van de Pol termasuk jenis yang paling terkenal dari perabot kolonial abad ke-19. Walau standing pot bunga ini dibuat lebih dari 100 tahun yang lampau dengan cita rasa Eropa, namun masih sangat kokoh hingga masa kini.

Koleksi ini juga terlihat indah untuk penempatan ruang dengan desain formal, kasual, tradisional, ataupun modern Tentunya lebih banyak noni-noni dan tuan-tuan Belanda yang menggunakan perabot ini pada rumah-rumah penguasa wilayah pada masa itu.

Perabotan furniture masa lampau yang pernah menjadi ikon zaman tetap masih digemari.

Tidak hanya secara fisik dan visual semata, namun menjadi refleksi zaman yang masih tampak indah hingga sekarang.

Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.

Ketegasan garis-garis struktur kayu itu sendiri sekaligus digunakan sebagai kekuatan visual artistiknya. Bahwa semua elemen pembentuk struktur kayu merupakan perwujudan gaya kolonial Belanda.

Memanfaatkan kualitas kayu jati solid bidang lebar dan besar, memperlihatkan aspek seni bergaya Indische menunjukkan imajinasi popular kelas elit kolonial.

Konstruksi bidang kayu mempunyai struktur permukaan kayu persegi yang terdiri dari empat kaki bola sebagai penopangnya.

Bentuk kaki penopang bola berciri khas Indisch atau disebut gaya Indo-Eropa.


Merekam Sejarah Lewat Koleksi Perabotan Indische...

Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Salah satunya pada desain perabotan interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya.

Para Meneer Belanda memang punya perhatian pada iklim tropis dengan pemilihan perabot, dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas pada tahun 1925-an.

Koleksi standing pot Van de Pol berukuran T.109 cm x diameter 34,5 cm (19,5 cm) perabotan rumah tangga golongan menengah di beberapa kota besar yang pada waktu itu jumlahnya sangat terbatas.

Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan. Hingga kini, perabotan kuno semacam ini semakin menyusut drastis. Mau ?

Gothic Prayer Chair

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Berburu bangku doa bergaya Gothic Revival semacam ini, bukanlah perkara mudah. Memiliki kualitas yang terjaga dalam originalitas,tak banyak yang tersisa dari desain kursi kuno ini.

Prayer Chair masa lampau ini berukuran T.95 cm x P.50 cm x L.50 cm. Tak hanya langka dan indah, kursi meneer Belanda ini sarat makna dan nilai-nilai sosiokultural. 

Karakteristik dari gaya Gothic dengan garis-garis vertikal yang meruncing keatas dan mengesankan ketinggian.Usia dan desain antiknya, menjadi daya pikat tersendiri.

Dudukan dapat dilipat, menampakkan ketepatan dalam perbandingan ukuran dan keseimbangan. Perpaduan antara tuntutan fungsionalitas dan estetika. Simply awesome!




Peran sebuah bangku doa ini tidak hanya untuk duduk membaca buku. Pada bagian atasnya, difungsikan sebagai laci penyimpanan buku atau alkitab.

Dalam arsitektur, gaya Gothic menekankan vertikalitas, lengkungan runcing (Ogival Arch) dan bergaris, karakter lengkung kayu bergaya Gothic lebih terasa. Berpotensi menarik perhatian.


Kayu nya selalu pilihan. Semakin tua semakin berminyak, tanpa harus diberi obat khusus, bangku ini selalu mengkilap.

Nyaman, walau tanpa busa empuk, bangku anyaman rotan (gantian baru) ini bila diduduki sangat nyaman.




Bentuk bagian kaki berciri khas Indisch atau disebut gaya Indo-Eropa dengan bentuk streamline (terlihat langsing dan kurus). Pengaruh dari gaya desain Gothic yang berkembang pada periode tahun 1900 sampai 1910-an.


Bangku Doa Klasik Abad Pertengahan....

Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Bangku doa bergaya Gothic ini bersifat movable, yang dapat dipindah dan geser serta posisi dudukanbnya ergonomis bisa dilipat. Sementara itu bagian atasnya, difungsikan sebagai laci penyimpanan buku.

Dalam arsitektur, gaya Gothic terinspirasi oleh bangunan-bangunan gereja (ecclesiastical). Bangunan-bangunan bergaya Gothic klasik, bisa dilihat pada bangunan gereja, kastil, maupun istana pada masa abad pertengahan (middle ages).

Meski demikian, gaya Gothic juga memberikan kesan berkelas, pasalnya banyak digunakan di kastil dan istana. Bagi Anda yang mulai bosan dengan gaya mendandani ruang yang begitu-begitu saja, Gothic bisa jadi inspirasi.

Anda dapat mengaplikasikannya di tempat-tempat favorit, terlebih pada rumah tinggal anda. Secara psikologis suasana yang dihadirkan mampu mengobati stres setelah seharian bekerja. Ini akan memberikan semangat baru ke dalam diri anda, apalagi saat anda sedang penat. SOLD OUT

Tea Table Van de Pol

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Sebuah tea table bergaya Van de Pol merupakan original peninggalan kolonial pada era Dutch east Indies, sebagai simbol kekuasaan, status sosial, dan kebesaran penguasa saat itu. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya.

Tapi kenyataannya, hingga kini gaya perabot Van de Pol tetap memiliki nilai yang lebih sekaligus nilai historis yang tak mungkin dimiliki oleh gaya lain.

Berburu tea table semacam ini, bukanlah perkara mudah. Tak banyak yang tersisa dari desain kursi kuno ini. Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya, sebab membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.

Kehadiran koleksi perabotan masa Dutch East Indies ini bisa memeriahkan tatanan ruang tamu anda. Kelebihan lain dari kursi tersebut bisa masuk dalam segala style desain interior.


Jenis pernik perabot noni Belanda periode awal tahun 1910-an ini menjadi langka di tingkat yang mengkhawatirkan, hampir mustahil untuk menemukan dalam kondisi baik dan utuh seperti ini.

Pola ulir geometris atau ornamen kontemporer sebuah sintesis dari budaya Eropa masa lampau. Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni.


 
Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi. Dengan ornamen-ornamen indah semakin menambah kesan klasik yang dimilikinya.


Jejak-jejak perabotan masa kolonial karakteristiknya yang kuat sebagai langgam yang mudah dikenal.

Dengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, Anda akan mendapatkan sebuah penempatan pajangan yang dapat dinikmati oleh setiap mata yang memandang.


Meja Teh Van de Pol : Jejak Kemegahan Furniture Masa Lalu...

Setiap kali memandang perabotan masa lalu selalu terasa ada pesona yang memancar. Bukan sekadar keindahan perpaduan dan komposisi ragam hias serta warna yang menarik diamati, tetapi juga semangat zaman yang dipancarkan oleh koleksi barang tersebut.

Sehingga sampai kini pun kondisinya tidak berubah, sungguh memikat bagi siapa saja yang melihatnya. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.

Kualitas yang terjaga dalam originalitas, bukti jejak kejayaan yang mewakili lapisan sejarahnya. Dalam perjalanan waktu gaya perabotan seperti ini sudah jarang sekali tersimpan dalam keadaan utuh.

Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni. Mencerminkan simbol kekuasaan, status sosial, gaya hidup, cara berpikir masyarakat tempo doeloe dan kebesaran penguasa saat itu.

Meja teh Van de Pol berukuran P.76 cm x L.46 cm x T.84 cm ini bukan hanya indah, tetapi juga memberi pemahaman tentang sebuah peninggalan sejarah Indonesia pada masa Hindia Belanda.

Inilah gambaran peninggalan perabot furniture sejarah kolonial di Indonesia yang bertalian dengan tanda status sosial tertentu. Mau ??? SOLD OUT