Meja Marmer Empire Indies

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Perabotan meja marmer model siletan era Indies ini, patut disyukuri karena masih berfungsi dengan baik dan utuh yang dapat menceritakan masa lalu.

Koleksi ini bahkan sudah hadir sejak negara ini masih berada di bawah pendudukan Belanda dan masih bernama Hindia Belanda, Nederlands Indie.

Sungguh suatu selera perabotan Indies yang penuh cita rasa. Ukuran meja marmer P.100 cm x L.60 cm x T.72 cm.

Warna asli mulai tergradasi karena faktor usia dan pemakaian.

Jika dicermati desain dan tekstur dengan ukiran ornamen yang ditonjolkan merupakan ciri gaya Indies yang berkembang di masa kolonial Hindia Belanda sekitar dekade 1910 an.

Suatu kekayaan budaya yang menyimpan getar-getar sejarah pada masa Dutch East Indies. Foto ini menceritakan latar belakang sejarah budaya dibalik perabot mebel indah itu, untuk anak cucu kita kelak.


Menilik Kemegahan Warisan Jejak Gula...

Perabotan mebel bergaya Empire Indies Kolonial ini, adalah sedikit dari sisa peninggalan pengusaha perkebunan dari Inggris. Sebagai cerita tentang jejak gula, warisan industri gula tempo dulu.

Meja marmer model siletan ini masih menyisakan kemegahan tempo dulu yang ramah menyambut tamu.
Suatu cerminan keterbukaan yang melahirkan karakter bangsa yang toleran.

Untuk sebuah perabotan mebel yang bersaksi bagi sejarah. Mengingatkan rantai kehidupan panjang tentang "jejak gula" dari zaman ke zaman.

Apresiasi yang tinggi pada upaya pemeliharaan yang amat rapi, sehingga perabotan tersebut masih sangat kokoh dan dapat dipakai hingga saat ini. Tertarik memilikinya ?  SOLD OUT

Chinese Indonesian Heritage

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Pada umumnya papan liyan China Peranakan seperti ini dimiliki oleh golongan kaya dan berpengaruh (ketokohan) sebagai parameter sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Papan liyan kuno yang mempunyai ukuran P.80 cm dan L.49 cm ini punya standart kualitas sendiri. Nuansa nostalgia China Peranakan pun terasa begitu kuat.

Nuansa China Peranakan sangat terasa dari segi bentuk pahatan, ornamen dekoratif yang masih dibiarkan seperti aslinya. Pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu. 

Bagi anda yang tidak terlalu memikirkan makna sebuah syair filosofis Tionghoa, memajang papan liyan bisa mempercantik tampilan ruangan. 

Nampak tatahan ukir stamp yang diterakan, sebagai garansi dari kehalusan dengan kesempurnaan pengerjaan.

Menurut kepercayaan orang Tionghoa, Kilin merupakan lambang kebahagiaan sebagai simbol kekuatan dan membawa keberuntungan.

Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas. Nyatanya material papan kayu ini masih kokoh dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad.


Papan Liyan Antik: Eksotika Budaya Tionghoa...

Bisa juga dikatakan bahwa orang-orang Tionghoa masa kini adalah kepanjangan tangan dari komunitas Tionghoa pada masa lalu.

Koleksi sepasang papan liyan masa lampau tersebut memang tak berasal dari China, namun yang pasti pernah dipergunakan oleh keluarga China Peranakan dan berusia puluhan tahun.

Kaligrafi semuanya dilakukan dengan memahat langsung pada selembar permukaan bidang kayu jati bukan berupa tempelan.

Tak sekedar pajangan, meski berusia renta papan kayu kaligrafi huruf " FU LIANG " yang bermakna rejeki dan kebahagiaan ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya.

Koleksi papan liyan masa lampau ini merupakan jejak sejarah yang merekam bentuk eksotisme nilai paduan gaya tradisional Tionghoa di bumi Nusantara pada masa kolonialisme. Mau ??? SOLD OUT

Buffet Boscha Indische

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang menduga bahwa di kemudian hari, perabot "Boscha Indische" ini melegenda. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya. 

Tampak pada sisi belakang buffet, penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya, sebab membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya. Otentik memanfaatkan kualitas kayu jati solid menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.

Material konstruksi panel papan yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar utuh lembaran dan kualitas baik pada masanya. Kayu jati masa lampau sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca.

Ornamen dekoratif yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya. Dari segi tampilan, benda lawas kental dengan desain yang unik dan berkarakter. 

Eksploitasi material papan kayu jati bidang lebar 1 lembaran utuh tanpa sambungan, kualitas yang terjaga dalam originalitas. Untuk menciptakan keawetan, material panel lambung meja dibuat dari papan kayu solid. 

Tampak jelas terlihat pembedaan gradasi yang timbul akibat efek iklim tropis yang berlangsung selama puluhan tahun, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut. 

Perpaduan sisi praktis yang ditampilkan melalui pembagian area penyimpanan pada dalam laci.

Nuansa gaya perabot Indische sangat terasa dari segi bentuk yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya.

Laci pada kedua sisinya terdapat papan penutup sliding (digeser). Bentuk fungsional yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi, sebagai akibat dari prinsip bentuk mengikuti fungsi (form follows function)

Elemen-elemen bergaya vernakular Belanda yang banyak digunakan dalam perabotan kolonial Hindia Belanda antara tahun 1900 sampai tahun 1910-an.

Memperlihatkan aspek seni ukir era Vereegnide Oost Indische Compagnie (V.O.C) dengan bentuk streamline (terlihat langsing dan kurus). Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi. 

Kunci berfungsi dengan baik. Ornamen seperti tak berubah, meskipun kasar namun menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Motif ornamen ukir bidadari populer pada abad pertengahan dan dipakai sebagai sumber acuan simbol-simbol yang dipakai dalam berbagai karya seni pada masa itu.

Elemen-elemen bergaya vernakular Belanda menjadi gaya bentuk yang tak lekang dimakan waktu. Sampai kini pun kondisinya tidak berubah, sungguh memikat bagi siapa saja yang melihatnya. Just marvelous design. 

Tampak beberapa bagian ornamen ukiran yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar. Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.

Pada bagian dalam buffet terdapat 1 rak papan tundan kayu. Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Perabotan antik yang bernuansa zaman kolonial Belanda. Menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi.

Bentuk kaki penopang lemari kabinet berciri khas klasik dengan tiang berbentuk botol. Inilah karakteristik desain perabotan bergaya Bosscha dalam kehidupan sosial masyarakat pada masa itu.

Dalam kurun waktu 1905-1915, pemilihan perabotan rumah tangga meramaikan ekstravagansa masyarakat Indies. Era itu disebut sebagai masa keemasan eksotik Hindia Belanda.


Merekam Sejarah Lewat Koleksi Perabot Feodal....

Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Salah satunya pada desain perabotan interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya.

Mungkin, perabot tua ini tak menarik bagi para sebagian orang yang biasanya mencitrakan sebuah perabotan modern kekinian namun, di mata kolektor perabot Dutch East Indies, gaya yang sering disebut " BOSSCHA " melekat dengan elegan di perabot tua ini menjadi magnet yang mempunyai pesona tersendiri.

Nuansa Hindia Belanda sangat terasa dari segi bentuk dan ornamen yang masih dibiarkan seperti aslinya.
Sekilas saja melihatnya, anda pasti setuju bahwa perabotan ini memiliki sentuhan sisa peninggalan Hindia Belanda dan membongkar memori masa lampau.

Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun lebih. Kedalaman nilai sejarah, kenangan, dan apresiasi membawa kesadaran untuk mengkoleksi timbangan masa Hindia Belanda ini.

Sebuah perabot Buffet Indische Boscha merupakan original peninggalan kolonial pada era Dutch East Indies, sebagai simbol kekuasaan, status sosial, dan kebesaran penguasa saat itu. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya.

Kehadiran koleksi perabotan masa Dutch East Indies ini bisa memeriahkan tatanan ruang tamu anda. Kelebihan lain dari buffet yang mempunyai ukuran P.110 cm x L.61 cm x T.125 cm (100 cm) tersebut bisa masuk dalam segala style desain interior.

Dengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, Anda akan mendapatkan sebuah penempatan pajangan yang dapat dinikmati oleh setiap mata yang memandang. Berminat ??  SOLD OUT

Bohemian Ruby Glassware

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas yang tampaknya sudah ada pada tahun 1915-an.

Tapi bukan pula yang kondisi utuh itu selalu replika. Sebab disimpan secara apik dan rapi oleh pemiliknya. Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya.

Ini dianggap bernilai, karena desain bentuk motifnya yang klasik. 

Desain bentuknya dengan ornamen rusa yang langka, penuh makna simbolisasi. 

Pola geometris atau bunga ornamen sebuah sintesis dari budaya Eropa, nampak mewah dan mengundang decak kagum. 

Jika decermati, tekstur dan kerapian pengerjaan yang dihasilkan sangat luar biasa.


Bohemian Cantik Sensasi Abad Pertengahan...

Elemen antik nuansa khas Indo-Eropa atau era kolonial memiliki sentuhan cita rasa seni menjadi daya tarik dari masa ke masa.

Tidak sekedar pajangan, koleksi Bohemian kuno ini masih cantik untuk ditampilkan, bahkan memberi nilai estetika pada ruangan.Sayangnya, keberadaan elemen bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan.

Bentuk dan gayanya memang khas Eropa, yang berukuran T.14,5 cm x Diameter 8,5 cm. Sampai kini pun warnanya tidak berubah walaupun termakan usia, kecantikannya tak pernah pudar.

Nyatanya pernik Bohemian ini ini masih tersimpan baik dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad. Salah satu dari sedikit yang tersisa dan terpelihara dengan baik. Mau ???

Standing Candle Holders Indische

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Kejujuran konstruksi, kekuatan garis, dan proporsi volume. Inilah karakteristik desain furniture dari era Dutch East Indies. 

Tak sekedar pajangan, meski renta barang ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya.

Tekstur dan kerapian pengerjaan memiliki kadar craftmanship yang tinggi.

Dalam perjalanan waktu gaya perabotan seperti ini sudah jarang sekali tersimpan dalam keadaan utuh.

Bukan sekadar keindahan perpaduan dan komposisi ragam hias ornamen ukir yang menarik diamati, tetapi juga semangat zaman yang dipancarkan koleksi tersebut.

Anda bisa memanfaatkan sudut kosong di ruang tamu, ruang keluarga, atau ruang kerja. Simply awesome!

Bentuk konstruksi kaki penopang berciri khas Indisch atau disebut gaya Indo-Eropa, model yang berkembang pada masa kolonial.

Saat pertama kali ditemukan. Mampu bertahan hingga ratusan tahun, maka koleksi ini bisa dikatakan mengungkap perjalanan kultural yang bersifat romantis nostalgis.


Tempat Lilin Meneer Belanda...

Perabotan warisan penjajahan Belanda, masih banyak ditemukan di Indonesia. Mebel antik memiliki penggemar tersendiri. Bila anda salah satunya dan berkeinginan menghiasi rumah dengan mebel kuno yang menarik, koleksi ini sangat layak untuk dilirik.

Disaat bangsa Eropa mulai membaur dengan masyarakat Hindia Belanda, kebudayaan Indies mulai tampak dengan adanya bentuk perabot yang mirip dengan gaya desain negara asal mereka.

Gaya desain tersebut tercipta dan lahir dari kerinduan para penguasa terhadap kampung halamannya. Desain yang dihasilkan tidak 100% sama seperti aslinya karena disesuaikan dengan iklim, tersedianya material dan penyesuaian dengan lingkungan alam sekitar di Hindia Belanda.

Walaupun tampak agak memaksa, namun mereka berhasil membuat beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan gaya desain negara asal mereka. Sungguh warisan masa lampau yang berharga, sebuah sintesis dari budaya lokal pribumi dan Eropa.

Kombinasi konvensional dan kontemporer bergaya Folk Art, pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu.

Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.

Anda tak perlu takut memadukan perabot antik ini dengan konsep interior rumah anda, karena kesan lawas tak lagi monopoli rumah-rumah tua tempo dulu.

Melalui koleksi ini kita seolah diajak berkelana ke masa silam, menguak kehidupan masyarakat penguasa Vorstenlanden masa lampau. Eksotis ! SOLD OUT

Art Nouveau Brush

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Art Nouveau monggoreskan garis dan pola rancangan berbagai perabotan dalam kebutuhan sehari-hari ini mempunyai bentuk yang menggemaskan dan mengikuti selera jaman.

Pengaruh dari gaya desain Art Nouveau yang berkembang pada periode tahun 1900 sampai 1920-an.

Sungguh warisan masa lampau yang berharga, yang dahulu sempat prominen dimasanya.

Identifikasi visual berupa bentuk-bentuk organis, garis tumbuhan, dan garis liuk yang feminim.

Keluwesan pola lengkung asimetris ini merupakan karakteristik perabot Art Nouveau. 


Garis Waktu Pernik Art Nouveau (Semarangan)...

Jenis pernik perabot noni Belanda periode awal tahun 1910-an ini menjadi langka di tingkat yang mengkhawatirkan, hampir mustahil untuk menemukan dalam kondisi baik dan utuh seperti ini.

Pola ulir geometris atau ornamen kontemporer sebuah sintesis dari budaya Eropa masa lampau. Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni.

Koleksi sikat berukuran 11,5 cm ini telah mampu meninggalkan jejaknya sebagai suatu masterpiece perabotan bergaya Semarangan.mendapatkan predikatnya sebagai bentuk gaya desain Art Nouveau yang berkembang di Indonesia masa lalu (Hindia Belanda). SOLD OUT